
Silahkan Hadiri dan Ketahuilah apa sih yang namannya kitab kehidupan adakah namamu ?
Buruaannnnnnnnnnnnnnnnnn…………….
God Bless

Silahkan Hadiri dan Ketahuilah apa sih yang namannya kitab kehidupan adakah namamu ?
Buruaannnnnnnnnnnnnnnnnn…………….
God Bless
“Ia harus bangkit dari antara orang mati,”. Saudara-saudariku seiman yang dikasihi dalam cinta Kristus yang bangkit. Ijinkan saya meperdengarkan pada kalian sebuah permenungan tentang cinta Tuhan kepada umat manusia. Kebangkitan adalah sebuah cetusan terdalam yang mengungkapkan kesetiaan Allah dalam sejarah keselamatan. Cinta dan kesetiaan yang mendalam terhadap Yesus mendorong Maria untuk untuk berada di kuburan pada jam dini hari. Cinta itulah yang membuat dia percaya bahwa Yesus masih hidup.
Menurut tradisi, Yesus menunjukkan diri secara pribadi kepada Petrus sesudah Dia bangkit. Orang yang menaruh cinta kepada Kristus yang bangkit senantiasa menaruh kepastian dalam hidup ini. Pahit, getirnya hidup, kekecewaan dan kegagalan, sengsara dan kematian adalah awal dan jalan menuju persatuan yang sempurna dengan Kristus yang dicintainya.
Optimisme senantiasa mewarnai hidup orang yang mencintai Kristus yang bangkit. Hal ini berindikasikan bahwa Allah tidak hanya mewahyukan bahwa Yesus hidup. Hidup Kristus yang mulia mempunyai arti keselamatan bagi manusia. Itulah isi pokok pewahyuan Allah dan iman para murid. Paulus berkata bahwa Yesus “oleh kebangkitanNya dari antara orang mati dinyatakan Anak Allah yang berkuasa,(Rm.1:4). Dalam khotbah Petrus pada hari pentekosta tidak dipakai gelar “Anak Allah” tetapi Tuhan dan Kristus.(Kis.2:36). Dengan kebangkitan Allah menyatakan dukunganNya terhadap Yesus. Dengan kebangkitan menjadi jelas, bahwa Yesus sungguh di utus oleh Allah.
Namun yang lebih penting bahwa dengan kebangkitan menjadi jelas bahwa Yesus diterima oleh Allah. Pada hal wafat Yesus pada Kayu Salib memberi kesan bahwa Yesus ditolak oleh Allah. Kebangkitan tidak hanya mengubah pandangan para murid terhadap diri Yesus sendiri, melainkan juga terhadap wafatNya. Bagi orang Yahudi segala kemalangan di dunia ini hukuman untuk dosa (Yoh.9:1-2), apalagi kematian. Dengan kebangkitanNya menjadi jelas bahwa Yesus bukan Pendosa.. Jadi wafatNya juga bukan hukuman untuk dosa.
Maka ada sebuah pertanyaan yang perlu direfleksikan oleh semua kita, mengapa Yesus harus mati, kalau ternyata Ia tidak mempunyai dosa ?. Dan dari pertanyaan ini timbul kesadaran bahwa Yesus memang tidak mati karena dosaNya tetapi karena dosa-dosa kita. Dasar wafat Kristus adalah solidaritas dengan orang berdosa. Maka prinsip solidaritas itu dapat di balik. Jika Kristus senasib dengan kita sampai pada kematian, maka kita tetap bersatu dengan Kristus, juga dalam kebangkitan. Karena Kristus sudah terlanjur bersatu dengan kita., maka dengan menarik Kristus, Allah menarik kita semua bersama Kristus. Keyakinan ini dirumuskan dengan mengatakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang yang telah meninggal (1Kor.15:20). Jadi Kristus sebagai buah sulung (bdk.ay.23).
Yesus diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan demi pembenaran kita (Rom.4:25). Kebangkitan itu inti pokok keselamatan. Kebangkitan Kristus tidak hanya merupakan dasar dan awal iman Kristen. Bagi kita sekarang paska adalah juga perayaan yang paling besar, liturgy paska tidak merupakan pengenangan akan kebangkitan dalam pengalaman para murid, tetapi juga kebangkitan Kristus atau paska dirayakan kemuliaan Kristus yang dilambangkan dengan lilin paska, yang dinyalakan dengan api baru (lambang kebaruan hidup). Di sini kegelapan dosa dihalau oleh cahaya tugu api. Bagi umat yang mengimani Kristus, dibebaskan dari kejahatan dunia dan kegelapan dosa. Paska merupakan perayaan keselamatan, yang dinyatakan terutama dengan lilin paska dan sakramen Baptis.
Mari saudara dan saudariku, kita teguh dalam iman agar kita pun bangkit dari keletih-lesu-an kita. Semoga kita sungguh merasakan dan menghayati “Kebangkitan” sebagai sebuah kehidupan baru yang dialami oleh setiap kita sepanjang hidup kita. Amin.
Semua aq ni sebenernnya uda pernah buat blog di http://davinpratama.blogspot.com
nah berhubung berat bnget buka blogspot ya pengen buat disini…
aq ada berbeapa certa pengalaman aq bersama Tuhan di Blog itu baca2 yahh…..
ntar mau update juga yg di blog ini ….
Thanks ….
God Bless You….
Shaloom….
Ada pepatah terkenal: “Karena tak kenal maka tak sayang”. Barangkali, kita pun tidak akan pernah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus, jika tidak pernah sungguh-sungguh mengenal sejauh mana sesungguhnya penderitaanNya bagi kita.
Sekali pun penulis Injil memberikan gambaran yang berbeda-beda terhadap penderitaan Yesus, beberapa hal penting dapat kita catat. Lukas yang menyorot pergumulan Tuhan Yesus di taman Getsemane, mencatat bahwa Yesus sangat ketakutan (Luk.22:44).
Sekalipun sebagian orang—karena alasan tertentu—mengabaikan, bahkan ingin menyangkali unsur ketakutan tersebut, namun tidak demikian dengan penginjil Lukas. Menarik sekali untuk mengamati bahwa dalam bahasa Yunani, kata yg digunakan oleh Lukas untuk “ketakutan” adalah “agonia”.
Dalam seluruh Perjanjian Baru, kata “agonia” hanya ditemukan pada ayat tersebut. Kata ini menunjukkan adanya konflik dan perjuangan batin yang sangat hebat yang dialami oleh Tuhan Yesus.
Demikian juga, Matius menuliskan bahwa di kayu salib Yesus berseru dengan suara nyaring: “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku” (Mat.27:46)
Matthew 27:46
And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
. Seruan tersebut merupakan kalimat yang paling mengerikan dalam seluruh Alkitab, yang pernah diucapkan oleh Tuhan Yesus.
Selain penggunaan kata “agonia” yang sangat khusus tersebut, Lukas juga memperjelas maksudnya tentang adanya penderitaan Tuhan Yesus dengan mencatat keadaanNya yang sangat ketakutan. “PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Luk.22:44) itulah PenderitaanNya untuk Kita Smua,,,Sekalipun kita telah berusaha memahami penderitaan Tuhan Yesus, namun sesungguhnya, kita tidak pernah mampu sepenuhnya membayangkan apalagi memahami betapa beratnya pergumulan Yesus bagi kita, umatNya.
mari kita merengung saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Oleh karena begitu Besar KasihNya akan dunia ini Yesus tidak meninggalkan Salib, hanya untuk kita yang Dia temukan kita sebagai Harta yang terpendam.
Matthew 13:44
Again, the kingdom of heaven is like unto treasure hid in a field; the which when a man hath found, he hideth, and for joy thereof goeth and selleth all that he hath, and buyeth that field.Sekali pun Tuhan Yesus telah melakukan pengorbanan yang sedemikian besar, hal itu tidaklah menjamin adanya respons yang baik dan benar dari umatNya. Untuk itu, firman Tuhan menyerukan: “Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan sehebat itu…” (Ibr.12:3).
Hebrews 13:3
Remember them that are in bonds, as bound with them; and them which suffer adversity, as being yourselves also in the body.
Kiranya dengan merenungkan kasih dan pengorbananNya, kasih dan ketaatan kita kepadaNya semakin bertumbuh. Dengan demikian, kita semakin didorong melakukan karya-karya nyata bagi kemuliaan namaNya. Sebaliknya, semakin menjauhkan diri dari segala macam dosa, yang karenanya Yesus telah mati.
God Bless You All… halleluyah…Jesus Love U All Always….
Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.